Jual Hadroh Semarang Jawa Tengah 0852-3836-4221

Jual Hadroh Semarang Jawa Tengah 0852-3836-4221

Jual Hadroh Semarang Jawa Tengah

Hadroh merupakan kesenian yang sangat erat hubungannya dengan budaya dan juga perkembangan Agama Islam di Nusantara, tidak terkecuali Semarang. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas sedikit mengenai perkembangan Islam maupun tempat jual hadroh Semarang Jawa Tengah.

Hadroh sendiri menurut sejarahnya merupakan kesenian yang berasal dari negara Timur Tengah. Syair indah  kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW ini berbarengan dengan tabuhan alat musik yang bernama rebana.

Alat musik rebana ini sendiri selalu hadir ketika ada acara – acara besar Agama Islam. Mulai dari Maulid Nabi, tahun baru Islam hingga perayaan maupun acara lainnya. Alat musik dari negara Timur Tengah ini masuk dan berkembang di Nusantara, bahkan saat ini juga merupakan kebudayaan umat Islam di Indonesia.

Sejarah Perkembangan dan Masuknya Islam di Semarang Jawa Tengah

Semarang atau juga terkenal sebagai kota lumpia maupun Ibu Kota dari Provinsi Jawa Tengah. Di kota satu ini pemeluk Agama Islam cukup banyak, meskipun masih ada beberapa Agama lain yang hidup secara berdampingan.

Di Semarang sendiri Menara Al Husna yang berdiri di komplek Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang merupakan salah satu museum perkembangan Islam. Menara dengan ketinggian hingga sekitar 99 meter ini tentunya sangat menarik untuk Anda kunjungi. Selain dari pemandangan kota Semarang yang bisa Anda nikmati dari puncak menara, sejarah masuk dan perkembangan Islam juga bisa Anda pelajari.

Apabila kita bicara soal masuk dan perkembangannya, Islam di Semarang sendiri tentunya ada beberapa tokoh yang memiliki peranannya masing – masing. Namun menurut beberapa tokoh dan juga sejarah yang ada, Masjid Agung Kauman atau Masjid Agung Jawa Tenganh ini merupakan tempat pertama yang dibangun guna belajar maupun menyebarluaskan Islam ke daerah sekitar.

Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid yang satu ini memiliki beberapa nama, mulai dari Masjid Agung Kauman, Masjid Agung Jawa Tengah hingga Masjid Agung Semarang. Berlokasi di Jalan Aloen – Aloen Barat No 11, Kampung Kauman, sehingga pada awalnya bernama Masjid Agung Kauman. Masjid ini sudah ada sejak era abad ke 16, pendirinya yakni Kiai Ageng Pandan Areng, guna penyebaran Islam ke tanah Semarang.

Pada awal pembangunannya Masjid Agung Semarang ini  tidak hanya berguna sebagai tempat ibadah dan tempat pembelajaran Islam saja. Akan tetapi juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan kota yang berada di Masjid Agung tersebut.

Sekitar tahun 1704 terjadi sebuah peristiwa besar di Semarang, yakni pemberontakan masyarakat etnis cina terhadap VOC atau kolonial Belanda. Pemberontakan ini berdampak terbakarnya Masjid Agung maupun tempat tinggal para santri yang berlokasi di sekitarnya.

Pada sekitar tahun 1741 Masjid Agung tersebut mengalami pembangunan ulang, namun berbeda dengan lokasi aslinya namun seperti lokasi saat ini. Gedung maupun bangunan baru berdiri seiring dengan berjalannya waktu, sehingga saat ini Masjid yang memiliki sejarah panjang tersebut sangat kontras dengan pemandangan Ibu kota Provinsi Jateng tersebut.

Kesenian Hadroh Semarang Provinsi Jawa Tengah

Selain sebagai hiburan, hadroh juga merupakan media dakwah Agama Islam yang sudah ada sejak dahulu kala. Setiap lantunan pujian bagi Allah SWT dan juga Nabi Muhhamad SAW ini terdengar sangat merdu dan juga masuk kedalam hati para pendengarnya.

Kesenian yang berasal dari negara Timur Tengah ini tentunya sangat erat akan Agama Islam maupun penyebawannya di Nusantara. Bahkan para Wali Songo juga menggunakan media ini ketika berdakwah kepenjuru daerah Indonesia untuk menyebarkan Agama Islam.

Biasanya kesenian yang satu ini berisikan 15, dengan 5 hingga 8 sebagai pemain musik rebana dan sisanya melantunkan ayat – ayat suci Al-Qur’an. Banyak tempat jual hadroh Semarang Jawa Tengah yang masih senantiasa melestarikan alat musik tersebut. Bahkan tidak sedikit pula perlombaannya, guna memeriahkan atupun menyambut hari besar umat Islam.

Dalam bahasa Arab sendiri hadroh atau hadrah berarti “ Kehadiran”. Merupakan sebuah kesenian yang sudah ada dan masuk ke Indoneisa bahkan jauh sebelun Negara Indonesia merdeka. Secara turun temurun kesenian yang erat dengan Agama Islam ini diturunkan guna selalu melestarikannya agar tidak tergerus dengan perkembangan jaman.

Dahulu ketika masa kolonial Belanda kebebasan masyarakat pribumi untuk berkumpul sangat terkekang dan dengan pengawasan yang ketat. Kegiatan hadroh sangat berperan penting, baik sebagai media dakwah maupun mempersatu para masyarakat pemeluk Agama Islam.

Sekitaran tahun 1959 berdiri organisasi Ishari, yang mana merupakan Ikatan Seni Hadroh Republik Indonesia. Berkantor pusat di kota Surabaya, Jawa Timur. Melalui oraganisasi perlawanan akan paham maupun budaya komunis. Serta sebagai benteng diri masyarakat santri dari masuknya pengaruh komunis oleh para anggota PKI.

Tempat Jual Hadroh

testimoni Jual Hadroh Semarang Jawa Tengah

Sejarah perkembangan Islam di Semarang sangatlah panjang, dengan berbagai tokoh ulama yang sangat berjasa bahkan tidak hanya untuk Islam, melainkan juga untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kesenian hadroh atau hadrah merupakan salah satu media yang biasa digunakan oleh para ulama pada masa itu untuk berdakwah dan melawan kebudayaan maupun paham komunis dari pihak lain.

Ketika Anda hendak mencari hadroh, coba ketikan kata kunci jual hadroh Semarang Jawa Tengah, maka akan muncul banyak situs yang menjualnya mulai dari jual hadroh bekas Semarang, hingga harga hadroh Semarang. Selain itu, pada situs https://www.arrahmanrebana.com/ Anda bisa menemukan tempat Jual Hadroh Pontianak Kalimantan Barat dan Jual Hadroh Mataram Nusa Tenggara Barat.

Itulah pembahasan kami kali ini seputar perkembangan islam dan tempat jual hadroh Semarang Jawa Tengah, apabila ada salah – salah kata mohon maaf, sekian dan terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Hallo, Arrahman Jual Alat Hadroh. Ada yang bisa kami bantu?