Jual Hadroh Kupang Nusa Tenggara Timur 0852-3836-4221

Jual Hadroh Kupang Nusa Tenggara Timur 0852-3836-4221

Jual Hadroh Kupang Nusa Tenggara Timur

Kupang merupakan ibu kota dari Provinsi Nusa Tenggara Timur, atau kerap juga terkenal dengan sebutan NTT. Umat muslim pada daerah ini ada namun tidak banyak seperti daerah tetangganya. Meskipun begitu ternyata ada juga beberapa tempat yang jual hadroh Kupang Nusa Tenggara Timur.

Mungkin kebanyakan orang mengira bahwa di Provinsi Nusa tenggara Timur tidak ada penduduk muslim yang mendiami. Jumlah masyarakat muslim di daerah ini memang tidak sebanyak seperti daerah di Indonesia lainnya, hanya sekitar 9% dari total keseluruhan penduduk NTT. Meskipun berbeda agama mereka tetap hidup rukun hingga saat ini.

Sejarah akan masuknya Islam di NTT cukup menarik untuk kita bahas, karena para tokoh pada masa lampau berjuang guna mengajarkan Islam di tanah Kupang. Berikut kami hendak membahas sedikit mengenai sejarah maupun tempat jual hadroh Kupang Nusa Tenggara Timur.

Sejarah Islam dan Perkembangannya di Wilayah Kupang

Salah satu daerah di Provinsi NTT yang penduduknya merupakan muslim bahkan sampai saat ini yakni di wilayah Airmata. Di daerah satu ini dahulu terkenal akan kekejaman penjajah pada masyarakat sekitar, sehingga tidak sedikit air mata yang menetes. Dari sinilah menurut masyarakat nama Airmata itu sendiri berasal.

Penahanan dan pengasingan terhadap para pendakwah saat era penjajahan Belanda kerap terjadi. Banyak korban penahanan dan pengasingan ini yang meninggal dan akhirnya disemayamkan di daerah Airmata ini. Para tokoh ini mereka berdakwah guna menyebarkan Islam di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Tempat pemakaman dari para ulama ini sendiri terletak berdekatan antara satu dengan lainnya, tempat pemakaman Kuburan Batu Kadera merupakan nama dari pemakaman itu sendiri. Seorang tokoh terkenal Islam yang dimakamkan disini yakni Habaib Abdurrahmann Bin Abu Bakar, yang meninggal lalu disemayamkan pada tahun 1899.

Masjid Pertama NTT

Masjid tertua yang mana juga sebagai bukti hadirnya maupun peninggalan Islam di wilayah NTT juga berada pada wilayah yang sama. Syaban Bin Sanga merupakan seorang yang menghibahkan tanahnya sekitar tahun 1806 guna pembangunan tempat ibadah, Al-Baitul Qadiim merupakan namanya. Pada proses pembangunannya sendiri mendapatkan bantuan dari beberapa tokoh, mulai dari Kyai Arsyad, Sultan Badarruddin hingga masyarakat setempat.

Tempat ibadah umat Islam tersebut berusia sudah lebih dari dua abad, yang mana merupakan pusat tempat penyebaran ajaran Islam pada saat itu. Tentunya penyebaran Islam hingga sampai ke daerah Timor Portugis atau juga terkenal sebagai Timor Leste. Dari tempat inilah penyebaran dakwah agama Islamiyah di Pulau Timor melalui tangan para putra Mananga ini atas seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Imam pertama bagi kaum Muslim NTT yakni Sya’ban bin Sanga. Beliau merupakan seorang pemeluk agama Islam yang pertama kali menginjakkan kakinya di daerah NTT. Beliau yang juga seorang Imam pertama NTT ini berasal dari daerah Mananga, sebuah wilayah yang berada di Pulau Solor bagian barat.

Pada saat kedatangannya beliau tidak sedirian, melainkan bersama dengan para rombongan dari Kasultanan Mananga. Kelompok tersebut dipimpin oleh Sri Sultan Badarrudiin yang dipindahkan oleh Pemerintahan pada masa penjajahan Belanda dari negeri asalnya yaitu Desa Menanga. Inilah asal mula dan awalnya agama Islam masuk dan berkembang di daerah Kupang, tepatnya wilayah airmata.

Kehidupan Umat Muslim Kupang Sekarang

Umat muslim yang termasuk minoritas di daerah ini ternyata hidup rukun dengan masyarakat sekitar. Bahkan di beberapa kesempatan terlihat bahwa masyarakat yang beragama non muslim turut membantu dan juga meramaikan hari besar umat Islam di daerah tersebut.

Bahkan Wali Kota Kupang yakni Fefrison Riwu Kore pernah menyampaikan pendapatnya mengenai acara keagamaan Islam di Kupang. Beliau berharap acara Ta’aruf dan Kirab Siripuan yang dilaksanakan umat Islam di Kupang dapat diadakan setiap tahunnya.

Beliau juga berpendapat bahwa dengan adanya acara keagamaan umat muslim juga merupakan salah satu cara untuk melestarikan budaya muslim yang ada di Kupang NTT. Menurut pendapatnya tentu saja kita bisa melihat bagaimana kehidupan muslim minoritas di daerah Kupang. Berkat duukungan dari agama lain tentunya mencerminkan masyarakat Indonesia yang tak memandang suku, agama, dan ras untuk bisa saling hidup rukun.

Penyelenggaraan awai Ta’aruf dan juga Kirab Siripuan bertempat di Masjid Agung Al Baitul Qadim yang terletak di daerah mata air. Sejarah panjang masuk maupun berkembangnya Islam daerah NTT memanglah berawal dari daerah ini. Sehingga beberapa adat maupun kebudayaan kerap diadakan di Masjid tertua di NTT tersebut.

Tentunya sebagai masyarakat beragama Islam yang hidup di daerah yang mana mayoritas masyarakatnya memeluk agama Islam, kita harus mencontoh daerah lain seperti Kupang tersebut. Mereka menerima dan juga merangkul meskipun berbeda agama. Tidak seperti saat ini yang mana isu SARA kian santer guna memecah persatuan Indonesia.

Jual Hadroh Kupang Nusa Tenggara Timur

testimoni Jual Hadroh Kupang Nusa Tenggara Timur

Meskipun tidak banyak, namun pengrajin maupun tempat jual hadroh Kupang Nusa Tenggara Timur, Jual Hadroh Jogja D.I.Yogyakarta dan Jual Hadroh Jakarta DKI Jakarta tetap ada. Pada umumnya kita bisa menemukannya di daerah – daerah yang memang masyarakatnya menganut agama Islam. Anda juga bisa mencarinya melaui online yakni dengan kata kunci harga hadroh Kupang maupun tempat jual hadroh di Kupang.

Hidup rukun antar suku dan agama di Nusa Tenggara Timur tentunya bisa menjadi contoh bagi masyarakat di daerah lain. Itulah pembahasan kami kali ini seputar sejarah berkembangnya Islam, serta Arrahmanrebana tempat jual hadroh Kupang Nusa Tenggara Timur dan sejarah masuknya Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Hallo, Arrahman Jual Alat Hadroh. Ada yang bisa kami bantu?