Jual Hadroh Bengkulu 0852-3836-4221

Jual Hadroh Bengkulu

Masuknya agama Islam ke Bengkulu tidak terlepas dari perkembangan Islam di Indonesia sejak abad ke-13 yang dirintis sejak abad ke-8. Agama Islam yang hadir di Bengkulu tidak terlepas dari kerajaan yang ada di pulau Sumatera dan Jawa.

Masuk dan berkembangnya dakwah Islam di Bengkulu bisa dibilang agak telat dibanding masuknya dakwah islam di daerah lain nusantara yang telah tersentuh ajaran Islam di abad ke-7.

Hal ini dikarenakan letak geografis Bengkulu yang berada di tepi Samudera Hindia bukan di sebelah timur selat pulau. Dengan kondisi geografis yang demikian, maka membuat pedagang Arab sulit untuk berlayar ke Bengkulu. Lalu bagaimana akhirnya agama Islam bisa menyebar di provinsi Bengkulu?

Proses Penyebaran Islam di Bengkulu

Proses masuknya Islam ke Indonesia tidak terlepas dari pelayaran dan perdagangan serta proses islamisasi di Bengkulu. Setidaknya masuknya Islam di Bengkulu ini diklasifikasikan menjadi empat teori, yang pertama adalah teori Aceh, kedua teori Aceh, kedua teori Minangkabau, ketiga  teori Palembang, dan keempat teori Banten.

Setiap teori memiliki masing-masing argumentasi dan  itulah yang menjadi inti dari proses Islamisasi Islam di Bengkulu yang melewati arah Utara, Timur dan Selatan. Islamisasi dilakukan oleh para ulama yang menyiarkan Agama Islam dengan cara yang berbeda baik dakwah, seni dan pendidikan.

Perkembangan dakwah Islam di nusantara tidak dapat dipisahkan dari interaksi antara pedagang dari Gujarat dan Timur Tengah dengan konsep perdagangan, pendidikan, dan seni yang dibawanya. Adapun islam sebenarnya masuk di Bengkulu sekitar tahun 1500-an dan saat itu Bengkulu ternyata masih dalam lingkup kerajaan kerajaan kecil.

Islam pertama yang hadir di pulau Sumatera jelas memiliki pengaruh terhadap perjalanan Islam di Bengkulu. Sentuhan Islam di Bengkulu menggunakan sistem pemerintahan kerajaan kecil yang terletak di dataran tinggi dan di wilayah pesisir Provinsi Bengkulu.

Sejarah Islam dan Provinsi Bengkulu

Dari Malaka Islam juga dibawa ke Aceh (Samudra Pasai) dan disebarkan ke daerah sekitarnya di pulau sumatera. Padahal Sumatera Barat menerima Islam melalui Palembang dan Aceh.

Jika melihat jalur penyebaran Islam di nusantara ada kemungkinan Islam masuk ke Bengkulu melalui Minangkabau atau melalui Palembang sekitar tahun 1500 Masehi. Pada masa itu Bengkulu masih dalam sistem pemerintahan kerajaan.

Salah satu kerajaan di Bengkulu paling tua adalah Kerajaan Sungai Serut dengan Ratu Agung adalah raja pertamanya. Raja Agung senditri datang dari gunung Bungkuk.

Dari naskah yang tertulis bernama Gelumpai, diperoleh informasi bahwa pada tahun 1417 M seorang da’i dari Aceh, Malim Mukidim.

Ia datang ke gunung Bent di sungai Seri Awut, daerah Lematang Ulu.  Malim Mukidim berhasil mengislamkan raja Ratu Agung, penguasa Gunung Bungkuk pada saat itu waktu. Namun menurut sumber lain, Islam masuk ke Bengkulu sekitar abad ke-16.

Islam di Bengkulu dimulai dari Palembang. Ya, Palembang adalah pintu masuk Islam ke Bengkulu. Masuknya agama Islam ke Bengkulu sendiri  melalui lima pintu di antaranya adalah

  1. Pintu pertama adalah dari Kerajaan Sungai Serut dengan tokoh Aceh Tengku
  2. Pintu kedua adalah melalui pernikahan sSltan Muzafar Syah dengan putrinya yang bernama dari Serindang Bulan. Dari pernikahan inilah awal masuknya Islam ke tanah Rejang, Bengkulu pada pertengahan abad 17.
  3. Pintu ketiga adalah datangnya Bagindo Mhaeajo Sakti dari Pagaruyung ke Bengkulu, khususnya ke kerajaan Sunagi Lemau pada abad 17
  4. Pintu keempat melalui dakwah oleh para pemuka agama dari Banten. Datangnya para pemuka agama ini bentuk kerjasama antara Kerajaan Banten di Jawa dan Kerajaan Selebar di Bengkulu.
  5. Terakhir, bagaimana Islam akhirnya bisa masuk ke Bengkulu adalah melalui gerbang Muko.

Peninggalan sejarah mengenai kontak hubungan masyarakat Bengkulu dengan Islam yang masih ada dan masih eksis yaitu budaya Bahtera. Budaya ini dilakukan dalam rangka memperingati wafatnya Cucu Nabi Muhammad yaitu Hasan dan Husen dan tradisi ini dinamakan Tabut.

Kesenian Hadroh di Bengkulu

testimoni Jual Hadroh Bengkulu

Tradisi budaya Tabut masih bertahan dan budaya ini dikenalkan oleh Imam Sanggolo. Ia memperkenalkan budaya Tabut kepada masyarakat Bengkulu untuk memperingati kegigihan cucu Hasan Husen Nabi Muhammad SAW di Karbala.

Selain tradisi Tabut yang masih dilestarikan di Bengkulu, hadroh dari Arab juga menjadi tradisi lainnya yang tidak kalah populer. Banyak masyarakat muslim yang masih memainkan kesenian hadroh yang merupakan kebudayaan Arab namun diadaptasi di negeri ini.

Hadroh di Bengkulu sering sekali menjadi kesenian yang menyatu dengan kebudayaan masyarakat Bengkulu. Hadroh umumnya digunakan oleh masyarakat Bengkulu untuk menyelenggarakan beberapa acara seperti :

  1. Tabut

Sebagai sebuah tradisi yang mengakar dalam masyarakat Bengkulu, upacara tradisional Tabut juga menggunakan kesenian hadroh untuk menghormati acara yang berlangsung.

Iringan suara dari hadroh mengalun indah memeriahkan acara dalam penghormatan cucu nabi Muhammad SAW ini.

  1. Pentas Seni Provinsi

Setiap tahunnya, kota Bengkulu ini menyelenggarakan pentas seni di Taman Budaya kota Bengkulu. Acara ini bertujuan untuk mengapresiasi segala kesenian yang muncul di kota ini.

Nah, kesenian hadroh juga turut memeriahkan acara pentas seni akbar yang diselenggarakan oleh pemerintah kota Bengkulu.

  1. Resepsi Pernikahan

Musik hadroh juga bisa memeriahkan acara resepsi pernikahan di berbagai daerah Bengkulu. Banyak masyarakat yang menggunakan kesenian hadroh ini untuk membuat pesta pernikahan semakin meriah.

Apabila Anda suka bermain hadroh dan bingung mencari perlengkapan hadroh, jual hadroh Bengkulu siap membantu melengkapi alat hadroh Anda.

Selain jual hadroh Bengkulu arrahmanrebana juga hadir di Jual Hadroh Palembang Sumatera Selatan dan Jual Hadroh Jambi. Yuk, lengkapi peralatan hadroh Anda hanya di jual hadroh Bengkulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Open chat
Hallo, Arrahman Jual Alat Hadroh. Ada yang bisa kami bantu?